Jumat, 23 Oktober 2015

Legomoro


Legomoro, nama sebuah makanan tradisional yang sangat mirip dengan lemper. Ya, bahan dan proses memasaknya sama persis dengan lemper. Namun yang membedakan adalah kemasan atau bungkusnya. Sama-sama dibungkus daun pisang, namun lemper biasa dikemas dengan langsing dan disemat dengan lidi.
Sedangkan legomoro, dibungkus dengan daun pisang, namun tidak disemat dengan lidi melainkan dengan tali dari bambu. Tiap biji legomoro, diikat dengan tiga helai tali bambu. Tak heran, banyak orang menganggap legomoro lebih rumit dibandingkan lemper. Padahal, saya justru lebih lancar membungkus legomoro ketimbang lemper.
Konon (kata alm. ibu saya sih), legomoro yang berasal dari bahasa Jawa yakni lego (lega) dan moro (datang) itu memiliki makna kadatangan yang membawa kelegaan hati, atau bisa juga datang dengan hati yang lega. 
Dulu, legomoro tidak dijual bebas di pasar-pasar. Legomoro hanya dibuat saat orang menggelar hajatan atau saat-saat tertentu saja. Misalnya pernikahan. Dengan menyuguhkan legomoro pada para tamu, mengandung makna bahwa si empunya hajat (tuan rumah) hatinya lega atau senang karena anaknya akan segera menikah.
Ada kalanya legomoro dibuat sebagai salah satu unsur jajan pasar dalam prosesi seserahan pernikahan dari mempelai pria kepada mempelai wanita. Maknanya sama, kedatangan keluarga mempelai pria adalah dengan kelegaan dan keikhlasan hati.
Namun legomoro tak hanya dibuat saat ada yang menggelar hajat saja. Ketika lebaran, saat orang masih dengan tradisi sungkeman dari rumah ke rumah, salah satu hidangan yang sering ibu saya sajikan adalah legomoro. Harapannya, orang yang berkunjung ke rumah, hatinya bisa menjadi lega ketika telah sungkeman untuk saling maaf memaafkan.
Di daerah lain, di Wonosobo dan Temanggung Jawa Tengah, legomoro tetap disebut lemper. Tapi ada juga daerah yang menyebutnya legondo. 
Saat ini, legomoro bisa dijumpai di pasar-pasar. Salah satunya adalah Pasar Kotagede. Meski rasanya mungkin tak selezat kalau membuat sendiri, namun cukup bisa menjawab keingintahuan orang tentang legomoro. Kunci kelezatan legomoro adalah pemilihan bahan yang bagus (ketan, daging sapi dan santan kental) serta proses pemasakan yang benar-benar tanak (matang). Jika prosesnya benar, legomoro ini bisa bertahan hingga dua hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar